Waspada Penyakit Fisura Anus, Kenali Gejala, Penyebab, Dan Faktor Yang Bisa Tingkatkan Risiko

Fisura anus adalah robekan kecil pada jaringan tipis dan lembab (mukosa) yang melapisi anus.

Fisura anus biasanya disebabkan oleh trauma pada lapisan dalam anus akibat buang air besar atau peregangan saluran anus lainnya.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh buang air besar yang keras dan kering atau buang air besar yang sering dan longgar, menurut American Society of Colon and Rectal Surgeons.

Seseorang dengan otot sfingter anus yang kencang lebih mungkin mengalami fisura anus.

Penyebab fisura yang kurang umum termasuk penyakit radang usus, infeksi dubur, trauma atau tumor.

Menurut Mayoclinic, penyakit ini biasanya menyebabkan rasa sakit dan pendarahan saat buang air besar.

Fisura anus sangat umum terjadi pada bayi muda, namun juga dapat menyerang orang-orang dari segala usia.

Sebagian besar fisura anus membaik dengan perawatan sederhana, seperti peningkatan asupan serat atau mandi sitz.

Beberapa orang dengan fisura anus mungkin memerlukan pengobatan atau mungkin pembedahan.

Lalu, apa saja gejala penyakit Fisura Anus?

Gejala

Nyeri, terkadang parah, saat buang air besar

Baca juga :  Gejala Kanker Payudara, Lengkap Dengan Cara Untuk Mengurangi Risikonya

Nyeri setelah buang air besar yang bisa bertahan hingga beberapa jam

Darah merah cerah pada tinja atau kertas toilet setelah buang air besar

Retakan yang terlihat pada kulit di sekitar anus

Benjolan kecil atau tanda kulit pada kulit di dekat fisura anus

Penyebab

1. Penyebab Umum:

Melewati tinja yang besar atau keras

Sembelit dan mengejan saat buang air besar

Diare kronis

Hubungan seks anal

Persalinan

2. Penyebab yang kurang umum:

Penyakit Crohn atau penyakit radang usus lainnya

Kanker dubur

HIV

Tuberkulosis

Sipilis

Faktor risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena fisura anus:

1. Sembelit

Seseorang yang mengejan saat buang air besar dan buang air besar terlalu keras dapat meningkatkan risiko robekan.

2. Persalinan

Fisura anal lebih sering terjadi pada wanita setelah mereka melahirkan.

3. Penyakit Crohn

Penyakit radang usus ini menyebabkan peradangan kronis pada saluran usus, yang dapat membuat lapisan saluran anus lebih rentan robek.

4. Hubungan seks anal

5. Usia

Fisura ani dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih sering terjadi pada bayi dan orang dewasa paruh baya.

Baca juga :  Makanan Penurun Kolesterol: Oatmeal, Terong, Apel Hingga Kacang-kacangan

Komplikasi Fisura Anus

Penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi, meliputi:

1. Kegagalan untuk menyembuhkan

Fisura anus yang gagal sembuh dalam waktu delapan minggu dianggap kronis dan mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut.

2. Kambuh

Seseorang yang pernah mengalami fisura anus cenderung mengalami fisura anus lagi.

3. Robekan yang meluas

Robekan Fisura Anus dapat melebar ke otot-otot di sekitarnya

Fisura anal dapat meluas ke cincin otot yang menahan anus seseorang tertutup (sphincter anal internal), sehingga fisura anal seseorang lebih sulit untuk sembuh.

Fisura yang tidak sembuh dapat memicu siklus ketidaknyamanan yang mungkin memerlukan pengobatan atau pembedahan untuk mengurangi rasa sakit dan untuk memperbaiki atau menghilangkan fisura.

Cara meredakan gejala fisura anus

Dikutip dari NHS, ada beberapa cara yang dapat meredakan gejala Fisura Anus.

Tindakan ini memungkinkan robekan yang ada untuk dapat sembuh, serta mengurangi peluang untuk mengembangkan robekan baru di masa depan.

Baca juga :  Apa Itu Kemoterapi? Simak Pengertian, Efek Samping, Hingga Langkah Persiapannya

Langkah-langkahnya meliputi:

1. Banyak makan makanan berserat

Makanan berserat seperti buah dan sayuran dan roti gandum, pasta dan nasi.

Untuk orang dewasa harus berusaha untuk makan setidaknya 30g serat sehari.

2. Cairan tubuh terjaga

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dapat dilakukan dengan cara minum banyak cairan.

3. Tidak mengabaikan keinginan untuk buang air besar

Seseorang yang sering mengabaikan BAB dapat menyebabkan kotoran mengering dan menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan.

Hal ini dapat menyebabkan Fisura Anus.

4. Berolahraga secara teratur

Setiap orang harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik setiap minggu.

Olahraga ini dapat dilakukan secara sederhana, seperti berjalan-jalan atau push up.

Durasi olahraga yang baik adalah 15-30 menit sehari.

(/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Fisura Anus