Bagaimana Mengetahui Makanan Beku Yang Sehat? Ini Kata Ahli Gizi

Makanan beku atau frozen food merupakan hal yang sudah tak asing lagi dalam kehidupan sebagian orang.

Apalagi buat orang-orang yang super sibuk dengan urusan pekerjaan atau hal lainnya, sehingga tak sempat mengolah makanan segar.

Beda dengan makanan beku yang tinggal dihangatkan kapan pun terasa lapar. Kemudian siap santap.

Pertanyaannya apakah frozen food sehat?

Makanan beku bisa sama sehatnya dengan makanan segar. Hal itu terungkap dalam wawancara Insider dengan beberapa ahli gizi.

Dalam wawancara itu, Jenn LaVardera, seorang ahli gizi, menegaskan makanan beku tak sekadar layak dikonsumsi, tapi juga memiliki kandungan gizi.

Ia lantas merekomendasikan untuk menghindari pilihan yang mengandung pengawet, perasa, warna buatan. Termasuk bahan-bahan lain yang tidak akan Anda temukan di dapur Anda sendiri.

Kemudian, periksa daftar bahan. Dia menyarankan untuk melihat panel nutrisi untuk potensi tanda bahaya.

Baca juga :  Manfaat Semangka Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui, Hidrasi Tubuh Hingga Cegah Kanker

“Untuk makanan beku, perhatian terbesar adalah natrium, jadi Anda menginginkan produk yang berada di ujung bawah dari pilihan yang tersedia. Juga, periksa hal-hal seperti trans dan lemak jenuh dan gula (ini harus rendah), protein dan serat, ini bagus,” kata LaVardera kepada INSIDER.

Dan sebetulnya, makanan beku tidak memerlukan bahan pengawet seperti makanan segar.

Menurut Caleb Backe, ahli kesehatan dan kebugaran untuk Maple Holistics, buah dan sayuran beku yang dikemas seringkali memiliki nutrisi yang lebih banyak daripada buah segar.

“Alasannya adalah sayuran beku dari pertanian dibersihkan, dan segera dibekukan. Dibandingkan dengan yang segar, biasanya disemprot dengan bahan kimia agar stabil dalam jangka waktu tertentu, atau bisa tahan lebih lama,” terang Melissa Eboli, Chef Gizi.

Baca juga :  Waspada Penyakit Fisura Anus, Kenali Gejala, Penyebab, Dan Faktor Yang Bisa Tingkatkan Risiko

Makanan beku lainnya, seperti daging, juga tidak memiliki bahan pengawet untuk alasan yang sama.

Jika Anda tak punya banyak waktu karena kesibukan dan lain hal, makanan beku mungkin menjadi pilihan tersehat Anda.

Saat ini banyak beredar produk makanan beku atau frozen food. Khususnya olahan daging.

Sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pertama kali seiring pandemi, permintaan makanan beku cenderung meningkat.

Data dari Euromonitor Internasional di Desember 2020, pertumbuhan volume dari produk daging olahan 2021-2025 diprediksi mencapai 8 persen.

Tingginya minat masyarakat terhadap frozen food ini disarankan untuk diimbangi dengan perhatian terhadap kehigienisan dari frozen food yang dikonsumsi.

“Di KIMBO, kami telah menerapkan sistem manajemen Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) ISO 22000:2005 sejak awal,” ujar Dewi Rusli, Chief Operational Officer PT Madusari Nusaperdana.

Baca juga :  Alopecia, Gangguan Autoimun Yang Diderita Istri Will Smith, Ini Pengertian Hingga Cara Penanganannya

Dengan sistem ini, frozen food ditangani melalui analisis dan pengendalian bahaya biologis, kimia, dan fisik dari produksi bahan baku, pengadaan dan penanganan, hingga pembuatan, distribusi, dan konsumsi produk jadi.

Selain kehigienisan, kata Dewi, di masa pandemi ini asupan nutrisi dari frozen food yang dikonsumsi juga penting untuk diperhatikan.

Menurut dia, daging olahan harus selalu memperhatikan kualitas bahan bakunya, sehingga kaya asupan nutrisi terutama protein.

“Bahkan memperkayanya dengan VIT-E, Omega 3 dan Omega 6 yang memperkuat imunitas tubuh,” lanjut Dewi.