Apa Itu GERD? Berikut Cara Mengatasi Hingga Makanan Yang Harus Dihindari Penderita GERD

Simak cara mengatasi gastroesophageal reflux disease (GERD), fase lanjutan dari penyakit maag.

Gerd sering terjadi baik secara normal maupun tidak, bahkan biasanya tak menimbulkan gejala.

Namun, jika itu terjadi terlalu sering akan menyebabkan heartburndi mana bagian dada akan terasa seperti terbakar.

Hal tersebut dijelaskan oleh dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandanarang Boyolali, dr. M. Fiarry Fikaris, kepada tim cek fakta .

Menurut Fiarry, maag merupakan kondisi ketika terjadi peningkatan jumlah asam lambung.

“Asam lambung ini bersifat korosif dan merupakan asam kuat, sehingga ketika jumlahnya terlalu banyak, dapat menimbulkan nyeri perut maupun rasa penuh di perut.”

“Gerd merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke saluran pencernaan bagian atas, dan inilah yang mengakibatkan rasa terbakar pada bagian dada hingga tenggorokan,” terangnya.

Dokter juga mengimbau untuk jangan mengonsumsi sejumlah makanan yang dapat memicu maag ataupun Gerd.

Baca juga :  Cek Khasiat Habbatussauda Untuk Perkuat Daya Tahan Tubuh Hadapi Lonjakan Omicron

“Selain itu jangan konsumsi makanan atau minuman yang memicu gerd, seperti makanan pedas, asam, cokelat, minuman beralkohol, dan gorengan,” jelasnya.

Berikut cara untuk mengatasi GERD, dikutip dari laman Healthline.com:

1. Jangan makan berlebihan

Langkah yang tepat untuk mengatasi Gerd adalah dengan menghindari makan yang berlebihan.

Ketika kerongkongan terbuka, ada otot seperti cincin yang dikenal sebagai sfingter esofagus bagian bawah.

Otot tersebut berfungsi sebagai katup dan mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Sedangkan pada penderita Gerd, kondisi otot ini melemah atau tidak berfungsi.

Asam lambung dapat terjadi kapan saja ketika terlalu banyak tekanan pada otot.

Tidak heran jika sebagian besar gejala Gerd terjadi setelah makan.

2. Atur pola makan

Atur pola makan Anda, usahakan jangan makan dalam tiga jam sebelum tidur.

Hal tersebut memungkinkan terjadinya gejala Gerd yang lebih signifikan.

3. Kurangi makan cokelat

Penderita Gerd disarankan untuk mengurangi konsumsi cokelat.

Baca juga :  Hal-hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Akan Jalani Vaksinasi Covid-19

Mengonsumsi cokelat dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah.

Cokelat juga dapat meningkatkan jumlah asam dalam kerongkongan.

4. Turunkan berat badan

Obesitas adalah penyebab utama Gerd.

Lemak perut yang ekstra akan memberi tekanan pada perut Anda, mendorong cairan lambung ke kerongkongan Anda.

Dengan melakukan penurunan berat badan kemungkinan dapat meredakan gejala Gerd.

5. Diet rendah karbohidrat

Karbohidrat yang tidak tercerna dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan dan tekanan yang meningkat di dalam perut.

Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat akan menyebabkan sistem percernaan Anda mengandung gas dan kembung.

Sebaiknya mulailah atur pola makan Anda dan lakukan diet rendah karbohidrat.

6. Batasi minuman beralkohol, berkarbonasi dan jangan terlalu banyak minum kopi

Alkohol dapat meningkatkan asam lambung dan rasa mulas.

Jika Anda mengonsumsinya kemungkinan akan memperburuk gejala dengan meningkatkan asam lambung, mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah dan mengganggu kemampuan esofagus untuk membersihkan dirinya dari asam.

Baca juga :  Lupa Minum Antibiotik Berisiko Bahaya, Apa Yang Harus Dilakukan?

Selain itu, minuman berkarbonasi juga dapat mempengaruhi sfingter esofagus.

Bagi penderita asam lambung sangat disarankan untuk menghindari minuman alkohol dan berkarbonasi.

Terlalu banyak meminum kopi juga akan berpengaruh pada sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan risiko Gerd.

Mulailah untuk hidup sehat dengan minum air putih secara teratur.

7. Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet diketahui dapat mengurangi keasaman dalam kerongkongan.

Gusi yang mengandung bikarbonat tampaknya sangat efektif.

Dengan mengunyah permen karet akan meningkatkan produksi saliva yang dapat membantu membersihkan sam dalam kerongkongan.

(/Latifah)